Hhhmmm, cukup lama rasanya tidak meng-karpet hitam-kan diri, mungkin sudah sekitar 1,5 tahun. Diinfokan oleh rekan seperjuangan yang sudah lama mondar mandir diperhelatan otomotif, bahwasannya akan ada acara KopDar (Kopi Darat) bareng untuk wilayah JaTeng dan DIY di Salatiga. Pilihan ku hanya 1, BERANGKAT.
Full safety gear sudah ku persiapkan serta tak lupa perlengkapan pribadi yang akan menjadi sarana kebersihan diri. Terdengar Adzan Ashar dikediaman sang belahan jiwa (Bekasi), menandakan sudah saatnya aku harus melakukan kewajiban. Berselang 10 menit, ku persiapkan diri untuk berpamitan dan merpihkan segala perlengkapanku. Berpamitan dengan belahan jiwa dan Bismillah, cuussss.
Janji temu dengan salah satu dulur dari VIKSI (Vario Bekasi) di 'hotel pertamina' dekat terminal Bekasi.
15.55 WIB
Engine on setelah bertemu dan berbincang sejenak dengan dulurku ini. Hanya kami berdua yang tersisa, yang lain sudah melakukan perjalanan sejak jam 11.00 WIB, so dapat disimpulkan kami adalah tim penyapu.
Etape ini aku yang menjadi guide, tapi hanya 2 motor apakah perlu guide? hhee. Baiklah perjalanan pun dimulai. Tidak ada perlawanan atau pun agresif selama etape awal ini, cukup sesak dan ramai karpet hitam ini, sering kali kaki ini harus merelakan turun dari pijakan. Tiba by pass Cikarang baru bisa memacu engine hingga 80kph tapi tidak bisa bertahan lama, jam sibuk berakhirnya aplusan pabrik pun tiba, lagi-lagi harus merelakan kaki ini berpijak.
Dan tiba-tiba, awan sudah tidak bersahabat dan tidak dapat menahan tampungan air. Saatnya menepikan kendaraan, menggunakan perlengkapan hujan, tak perlu waktu lama hingga akhirnya kami pun bisa kembali meng-aspal.
18.20 WIB
Akhirnya bisa melewati rintangan Bekasi - Karawang - Cikarang, pom bensin menjadi tujuan utama, sudah saatnya 110cc ini mengisi bahan bakar di daerah Cikampek. Saatnya menyiksa roda dua ini, dan benar adanya, matic 110cc dengan atribut full box ini masih mampu membesut hingga 100kph, membungkam kedigdayaan bis bis malam yang mengarah ke Timur. Rekan duet pun masih menempel ketat. Jalan berjerawat atau bahkan akibat cacar pun dilibas tanpa ampun, sudah tidak memperdulikan hal itu.
Tibalah di Losarang, time to eat, lapar boo. Tak lupa mengisi bahan bakar si 110cc juga. Sempat menyaksikan pertandingan Indonesia vs. Korea Selatan. Entah tepat atau tidak jika perut ini hanya diisikan dengan mie instan cup, tapi memang tidak ada niat atau nafsu untuk melahap nasi beserta rekan-rekannya.
Sempat membaca beberapa pesan BBM dari rekan-rekan yang sudah berangkat lebih awal, dan saya pun membalas pesan-pesan itu. Perut sudah terisi, air pun sudah ditenggak, kaki hingga punggung pun sudah direnggangkan, saatnya kembali bertarung.
20.30 WIB
Engine on lagi menuju kota udang. Banyak bis, truk dan mobil pribadi yang menuju Timur, karena ini menjelang Idul Adha, tak heran lah. Selepas kota udang tiba tiba perjalanan harus diberhentikan secara paksa oleh salah satu dulur dari kota udang ini. "Ian, dibelakang, berhenti dulu!!" sahutnya, "Bukannya Ian ga brangkat??" balasku. Akhirnya kami pun menepikan kendaraan. Tak lama yang bersangkutan pun tiba dengan tawa seraya meledek.
Silahturahmi seadanya dengan dulur dulur Cirebonan ini sejenak dan tak lama, kami pun memacu si 110cc ini dengan tambahan 1 motor dan 2 orang. Gas pollll.
Tertahan by pas Pekalongan, hingga harus merelakan kaki ini berpijak dengan pasir bahu jalan. Goyang kanan dan kiri untuk mencari celah agar roda 2 ini bisa terus melaju. Tak tahan hingga memaksa 'hazard' dan klakson bekerja agar diberikan sedikit ruang bagi kami ini.
23.05 WIB
Batang, touch down. Traffic sudah tidak bersahabat, truk gandeng, trailer, bus akap hingga kendaraan pribadi sedang menunjukkan ego dan kedigdayaan masing-masing. Mengisi bahan bakar, meregangkan otot kaki hingga merebahkan punggung ini dengan beralaskan beton tapi rasanya cukup nikmat. "Kok sama lu enak banget ya Can, ga cape, ga pegel dan mata masih tetep melek" terlempar kalimat itu dari Ian (VIKSI). "Ha? Masa sih? Emang biasanya lu gmn?" sahutku. "Beda banget cara bawa rombongannya" balasnya, "Ah, perasaan lu aja kali". Akhirnya perbincangan ringan itu disimpulkan oleh rekan ku, bahwa pembawaan ku berkendara memang nyaman dan membuat badan tetap fit. Cara berkendaraku ketika menuju luar kota memang berbeda, setiap 2 s.d 3 jam perjalanan diharuskan istirahat 15 s.d 20 menit, sekedar minum dan meregangkan otot. Semoga bermanfaat cara berkendara ku ini.
Ok, lanjut lagi. Kendal - Semarang didepan mata.
01.40 WIB
Tidak kerasa waktu begitu cepat berlalu, hingga akhirnya kita sepakat
untuk beristirahat sejenak di SPBU Pertamina, dekat dengan Banyumanik
Semarang. Membakar rokok, mengeluarkan cairan yang sudah tidak dapat
tertampung lagi dan merebahkan badan rasanya sangat nikmat.
Oke, lanjut perjalanan lagi. Kurang lebih 1,5 jam lagi tiba di Salatiga.
Medan yang dihadapi kali ini tidak se-extreme Cirebon - Kendal, tambal
sulam, gelombang atau bahkan lubang yg menganga, yang dilalui cukup
mulus bahkan bisa memacu hingga maksimal.
Salatiga - Solo, kiri. Magelang - Yogyakarta, kanan. Kurang lebih
seperti itu informasi yang diberikan oleh papan penunjuk arah. Tak lama
kemudian terlihatlah pemisah jalan tersebut, nyalakan sein kiri dan pacu
kembali si 110cc ini.
02.50 WIB
Dingin mulai melanda sekujur badan ketika tiba di kota kecil Salatiga,
berhenti sejenak utk menghubungi dulur dulur Salatiga, tak lama tiba
juga yang dimaksud. Baiklah, engine on kembali menuju acara.
Tiba dilokasi, hawa dingin makin menusuk. Tapi masih saja ada dulur
dulur yang saling berbincang atau bahkan 'angkat botol', hheee. Waktunya melakukan kewajiban Subuh, after that, time to sleep, zzzz...........
-Tamat-
Putih Buluk 110cc

Tidak ada komentar:
Posting Komentar